Sabtu, 10 Oktober 2026 menjadi hari yang sangat istimewa di sekolah kita. Ruang-ruang kelas tampak semarak dan penuh antusiasme dalam gelaran Student-Led Conference (SLC). Berbeda dari penerimaan rapor biasa, pada kegiatan SLC kali ini para siswalah yang memegang kendali penuh untuk mempresentasikan proses belajar, hasil karya, serta eksperimen seru mereka di hadapan Ayah dan Bunda.
Mari kita intip keseruan dari setiap jenjang kelas!
Kelompok Bermain (KB): Magic Colors
Anak-anak KB tampil menggemaskan saat mengenalkan keajaiban warna kepada orang tua.
Booth 1 (Pencampuran Warna): Anak-anak mengenalkan warna primer (merah, kuning, biru) dan memperagakan bagaimana pencampuran warna menghasilkan warna baru—seperti merah dan biru menjadi ungu, merah dan kuning menjadi oranye, serta biru dan kuning menjadi hijau!
Booth 2 (Lensa Ajaib): Dengan penuh rasa ingin tahu, anak-anak mengajak Ayah dan Bunda menggunakan “lensa ajaib” berwarna merah untuk menemukan angka-angka tersembunyi di balik coretan merah di kertas, lalu menyebutkan angka tersebut dengan percaya diri.
Kelas A1: Rahasia Magnet
Sebelum masuk ke area booth, anak-anak A1 menyambut Ayah dan Bunda dengan hangat serta menjelaskan percobaan magnet yang telah dilakukan di kelas.
Booth 1 (Rumah Magnet): Anak-anak mengawali presentasi dengan menghafal hadits menuntut ilmu, dilanjutkan dengan penjelasan tentang arti, bentuk, dan sifat magnet yang hanya menarik benda dari besi atau baja. Percobaan langsung pun dilakukan, membandingkan rekatnya magnet pada klip besi versus pensil kayu.
Booth 2 (Laboratorium Magnet): Di sini, anak-anak mengajak Mama dan Papa bermain pancingan ikan magnetik. Anak-anak menjelaskan bahwa ikan terancing karena klip besi di mulut ikan menempel pada magnet pancingan. Mereka juga memancing ikan sesuai angka yang dipilih orang tua, lalu menutup sesi dengan janji untuk makin semangat sekolah dan memohon doa agar menjadi anak yang saleh dan salehah.
Kelas A 2: Serunya Mengenal Bunyi
Suasana di A 2 terasa seperti petualangan edukatif! Anak-anak memandu orang tua membeli tiket Museum Bunyi di loket sambil menyapa anggun: “Mama and Papa today I want to invite you to the sound museum, but let’s buy ticket first…”
Booth 1 (Museum Bunyi): Berperan sebagai tour guide cilik, anak-anak menjelaskan definisi bunyi, jenis-jenis bunyi, tebak suara, hingga memainkan alat musik.
Booth 2 (Lab Bunyi): Anak-anak mengingatkan kita pentingnya bersyukur atas akal pikiran dengan membaca hadits menuntut ilmu. Eksperimen dilanjutkan dengan membunyikan gelas berisi air dalam berbagai volume menggunakan sendok untuk menjelaskan perbedaan nada. Sebagai penutup, anak-anak memberikan karya telepon dari gelas kertas, menyerahkan rapor, dan mengutarakan janji pribadi mereka.
Pesan Moral: Kita harus selalu semangat belajar karena Allah telah melimpahkan akal, serta berani mencoba hal-hal baru!
Kelas B1: Air itu Hebat
Anak-anak B1 mengajak kita menyelami betapa berharganya air sebagai ciptaan Allah SWT.
Booth 1 (Siklus Hujan): Mengutip surat An-Nahl ayat 10 tentang manfaat air, anak-anak mempresentasikan siklus hujan menggunakan media “miniatur hujan” lengkap dengan nyanyian yang ceria.
Booth 2 (Terapung & Tenggelam): Eksperimen berlanjut dengan menguji benda-benda yang terapung dan tenggelam di air, lalu anak-anak mencatat hasilnya di buku panduan buatan mereka sendiri.
Booth 3 (Dispenser Mini): Sebagai penutup, anak-anak memamerkan karya “dispenser mini” dari botol bekas dan sedotan. Mereka menjelaskan prinsip tekanan udara yang membuat air mengalir keluar saat tutup botol dibuka (berfungsi seperti keran).
Kelas B2: Angin Sahabat di Sekitarku
Kelas B2 tampil memukau membawa topik tenaga dan fenomena angin.
Booth 1 (Rumah Kincir Angin): Anak-anak mengenalkan kincir angin yang berputar karena dorongan udara, serta memperagakan bagaimana angin membantu proses pengeringan pakaian.
Booth 2 (Angin Pantai & Perahu Layar): Bercerita tentang nelayan zaman dahulu, anak-anak mempraktikkan bagaimana perahu layar dapat bergerak di laut dengan bantuan angin (menggunakan kipas).
Booth 3 (Angin Tornado): Anak-anak menjelaskan proses terjadinya dan bahaya angin tornado, lalu mempraktikkan cara membuat simulasi pusaran angin tornado secara langsung!
Terima Kasih, Anak-Anak Hebat!
Kegiatan SLC ini bukan sekadar pameran karya, melainkan wadah melatih keberanian, rasa percaya diri, kepemimpinan, dan rasa syukur atas ilmu pengetahuan. Terima kasih kepada seluruh Ayah dan Bunda yang telah hadir memberikan dukungan penuh, serta bapak/ibu guru yang telah mendampingi. Sampai jumpa di kegiatan seru berikutnya!



